
🔮 Cakrawala Weton Jawa
Analisis Kedudukan, Elemen, dan Karakter Metafisika
📜 Hasil Perhitungan
📐 Logika Perhitungan (Metode Referensi 1945)
Kearifan Lokal dalam Kedudukan Hari
Dalam pandangan hidup masyarakat Jawa, waktu bukanlah sekadar deretan angka di kalender. Setiap hari membawa getaran yang berbeda, yang dipengaruhi oleh posisi kosmik saat seseorang pertama kali menghirup udara dunia. Konsep Mancapat Lima Pancer menjelaskan bahwa kita tidak sendirian; kita lahir dengan empat saudara halus yang menempati empat arah mata angin, sementara diri kita adalah pusatnya.
Kedudukan hari (Senen-Minggu) memberikan gambaran tentang "wadah" atau raga, sedangkan Pasaran (Legi-Kliwon) memberikan gambaran tentang "isi" atau jiwa. Perpaduan keduanya menghasilkan nilai Neptu, sebuah parameter yang digunakan untuk memetakan potensi hambatan dan kemudahan dalam perjalanan hidup seseorang.
Elemen-elemen seperti air, api, kayu, dan tanah yang melekat pada weton berfungsi sebagai pengingat akan keseimbangan alam. Seseorang dengan elemen api yang kuat mungkin perlu menyeimbangkannya dengan ketenangan elemen air, sementara mereka yang berunsur tanah diingatkan untuk tetap kokoh namun tidak keras kepala.

