Kearifan Lokal dalam Hitungan Waktu
Bagi masyarakat di tanah Jawa, waktu bukanlah sekadar deretan angka di kalender. Setiap hari memiliki "bobot" atau energi tersendiri yang disebut dengan Neptu. Penentuan Weton (gabungan hari dan pasaran) merupakan dasar utama dalam memahami watak dasar, kecocokan pasangan, hingga mencari hari baik untuk hajat besar.
Berbeda dengan horoskop Barat yang hanya terpaku pada bulan, Weton memadukan dua siklus sekaligus: siklus matahari (7 hari) dan siklus rembulan/bumi (5 hari pasaran). Sinkronisasi dua siklus ini menciptakan 35 kombinasi unik yang disebut satu selapan.
Selain itu, Pranata Mangsa memberikan dimensi ekologis. Manusia yang lahir pada musim penghujan tentu memiliki "getaran" yang berbeda dengan mereka yang lahir di puncak musim kemarau. Dengan memahami kedua aspek ini, kita diajak untuk lebih mawas diri dan menyelaraskan langkah dengan ritme alam semesta demi mencapai keharmonisan hidup atau memayu hayuning bawana.



