Mengenal Baja Ringan untuk Atap Rumah di Indonesia
Memilih material atap adalah keputusan jangka panjang. Di Indonesia, penggunaan kayu mulai ditinggalkan karena risiko lapuk dan serangan rayap yang tinggi. Baja ringan muncul sebagai solusi praktis karena daya tahannya terhadap karat (berkat lapisan galvanis/alumindo) dan kecepatan pemasangannya.
Namun, jangan hanya terpaku pada harga murah. Struktur atap adalah pelindung utama penghuni rumah. Penting untuk memastikan jarak antar kuda-kuda tidak terlalu renggang. Idealnya, untuk atap genteng berat seperti tanah liat atau beton, jarak maksimal adalah 1,2 meter. Jika menggunakan spandek yang lebih ringan, jarak bisa sedikit lebih lebar namun tetap harus mengacu pada standar keamanan konstruksi.
Selain material rangka, pemilihan jenis penutup atap juga mempengaruhi kenyamanan suhu di dalam rumah. Spandek cenderung lebih panas dan berisik saat hujan dibandingkan genteng metal pasir atau genteng keramik. Pastikan Anda berkonsultasi dengan tukang yang berpengalaman untuk memastikan sambungan baut (screw) terpasang dengan presisi agar tidak terjadi kebocoran di kemudian hari.

