Memahami Berapa Lama Aki Anda Akan Bertahan
Banyak orang mengira jika mereka punya aki 100Ah dan perangkat 100 Watt, maka aki tersebut akan bertahan lama sekali. Padahal, ada beberapa faktor teknis yang sering luput dari perhatian. Di Indonesia, penggunaan aki untuk cadangan listrik (UPS) atau sistem tenaga surya mandiri sangat umum, namun seringkali aki cepat rusak karena dipaksa bekerja hingga benar-benar habis.
Pentingnya Batas Pengosongan (DoD)
Aki timbal-asam (lead-acid) konvensional yang biasa ada di kendaraan sebenarnya tidak dirancang untuk dikosongkan total. Jika Anda memakainya sampai nol persen secara berulang, umur aki akan menurun drastis. Itulah mengapa dalam perhitungan di atas, kita menggunakan batas 50% untuk keamanan. Sedangkan untuk jenis Deep Cycle atau GEL, Anda punya ruang lebih lega hingga 80%.
Kenapa Ada Daya yang Hilang?
Saat Anda menggunakan inverter untuk mengubah arus searah (DC) dari aki menjadi arus bolak-balik (AC) untuk perangkat rumah, terjadi proses pembuangan energi dalam bentuk panas. Inilah yang kita sebut sebagai efisiensi. Rata-rata inverter di pasar lokal memiliki efisiensi sekitar 80% hingga 90%. Menghitung faktor ini sangat krusial agar estimasi waktu tidak meleset dan membuat perangkat Anda tiba-tiba mati sebelum waktunya.

