Pentingnya Memantau Saldo JHT Sejak Dini
Banyak pekerja di Indonesia seringkali mengabaikan saldo Jaminan Hari Tua (JHT) mereka hingga saat-saat mendekati pensiun atau ketika tiba-tiba menghadapi situasi PHK. Padahal, memahami cara kerja dana ini bisa menjadi strategi finansial yang sangat menguntungkan. JHT bukan sekadar potongan gaji bulanan, melainkan instrumen investasi jangka panjang dengan imbal hasil yang umumnya berada di atas bunga deposito bank konvensional.
Secara regulasi, iuran JHT sebesar 5,7% diambil dari upah bulanan, di mana perusahaan menanggung porsi lebih besar yaitu 3,7% dan pekerja hanya menyisihkan 2%. Karena sifatnya yang akumulatif dan berbunga majemuk (compounding interest), semakin lama dana tersebut mengendap, semakin signifikan pertumbuhan nilai pengembangannya.
Tips Memaksimalkan Dana Masa Tua
Salah satu kesalahan umum adalah mencairkan saldo JHT segera setelah berhenti kerja meski belum mendesak. Jika dana tersebut dibiarkan tetap berada di BPJS Ketenagakerjaan, saldo Anda akan terus dikelola dan mendapatkan bagi hasil tahunan. Selain itu, perlu diingat bahwa ada aspek pajak (PPh 21) yang dikenakan jika saldo yang dicairkan melebihi ambang batas tertentu. Dengan melakukan simulasi rutin menggunakan kalkulator ini, Anda dapat memiliki gambaran yang lebih jernih untuk menyusun rencana masa depan yang lebih mapan.
















