
Memahami Konversi Tekanan di Proyek Lapangan
Bagi rekan-rekan yang sering berkecimpung di dunia proyek konstruksi atau bengkel bubut di Indonesia, perbedaan satuan tekanan seringkali membingungkan. Padahal, salah membaca satuan bisa berakibat fatal, mulai dari ban yang pecah hingga kegagalan struktur beton.
Kenapa Kita Pakai Banyak Satuan?
Di Indonesia, standar resmi yang digunakan dalam dokumen pemerintah (SNI) adalah MPa (Megapascal). Satuan ini merupakan bagian dari sistem metrik internasional. Namun, kenyataan di lapangan seringkali berbeda. Mesin-mesin impor dari Amerika Serikat biasanya menggunakan psi, sementara pompa air atau alat berat dari Eropa sering menggunakan satuan Bar.
Beton K-300 Berapa MPa?
Ini adalah pertanyaan yang paling sering muncul. Istilah "K" atau Karakteristik sebenarnya mengacu pada satuan kg/cm² dengan sampel kubus. Untuk mengonversinya ke MPa yang menggunakan sampel silinder, tidak bisa langsung dikali sepuluh. Ada faktor koreksi bentuk dan satuan yang membuat K-300 setara dengan kisaran 24-25 MPa. Selalu pastikan spesifikasi mana yang diminta oleh konsultan pengawas Anda agar tidak terjadi penolakan mutu di lapangan.
Tips Cepat di Lapangan
Jika Anda sedang terburu-buru dan tidak membawa kalkulator, ingatlah angka keramat ini: 1 MPa itu sekitar 10 Bar. Jika manometer Anda menunjukkan angka 2 MPa, berarti tekanannya setara dengan 20 Bar atau sekitar 290 psi. Angka ini cukup akurat untuk pengecekan awal sebelum dilakukan perhitungan detail menggunakan aplikasi ini.
