Mengapa Power Margin Itu Penting?
Dalam instalasi fiber optik ke rumah pelanggan (FTTH), nilai Rx Power yang terlihat "connect" belum tentu aman. Power Margin adalah selisih antara daya yang diterima (Received Power) dengan ambang batas bawah kemampuan perangkat (Sensitivity). Jika margin terlalu tipis, gangguan kecil seperti debu pada konektor atau tekukan kabel sedikit saja bisa membuat internet pelanggan langsung terputus (RFO).
Interpretasi Status Jaringan
Teknisi lapangan di Indonesia umumnya menggunakan acuan margin sebagai berikut:
- Sangat Baik (Margin > 5 dB): Link sangat stabil, tahan terhadap degradasi alami.
- Normal (Margin 2 - 5 dB): Kondisi standar operasional yang aman.
- Rawan (Margin 0 - 2 dB): Rentan gangguan, disarankan pengecekan ulang sambungan atau pembersihan konektor.
- Drop (Margin < 0 dB): Sinyal di bawah sensitivitas perangkat, pasti terjadi degradasi data atau Link Loss.
Tips Penanganan
Jika hasil kalkulator menunjukkan status "Rawan", langkah pertama yang paling efektif bukan langsung melakukan splicing ulang, melainkan membersihkan ujung konektor (ferrule) menggunakan alkohol 90% atau fiber cleaner pen. Seringkali, redaman 1-2 dB hilang hanya karena masalah kebersihan.

