Memahami Redaman pada Jaringan Fiber Optik
Dalam dunia telekomunikasi, redaman atau attenuation adalah musuh utama yang menentukan kualitas sinyal. Bayangkan cahaya yang merambat di dalam inti kaca; meskipun terlihat jernih, tetap ada molekul yang menyerap dan membiaskan cahaya tersebut sepanjang perjalanan. Di Indonesia, standar pemasangan kabel sering kali mengacu pada parameter link budget yang ketat, terutama untuk layanan internet rumahan (FTTH) maupun backhaul antar BTS.
Mengapa Panjang Gelombang Berpengaruh?
Mungkin Anda bertanya-tanya mengapa nilai redaman pada 1550 nm lebih kecil dibandingkan 1310 nm. Hal ini terjadi karena karakteristik fisik kaca silika yang memiliki "jendela optik" tertentu. Pada panjang gelombang 1550 nm, kehilangan cahaya berada pada titik terendah, itulah sebabnya transmisi jarak jauh selalu menggunakan frekuensi ini. Sebaliknya, 1310 nm sering digunakan untuk jarak lokal karena perangkat pemancarnya (laser) lebih ekonomis untuk diproduksi.
Tips Lapangan untuk Teknisi
Hasil dari kalkulator di atas adalah angka teoritis kabel saja. Dalam prakteknya, Anda harus selalu mempertimbangkan safety margin sekitar 0.5 hingga 1 dB. Faktor eksternal seperti kualitas sambungan (splicing), tekukan kabel yang terlalu tajam (micro-bending), hingga kebersihan konektor di ODP atau OTB sangat menentukan apakah hasil ukur OPM akan sesuai dengan perhitungan ini atau justru drop jauh di bawah standar operasional.

