Pentingnya Memahami Loss pada Passive Splitter
Dalam arsitektur GPON (Gigabit Passive Optical Network), komponen Passive Splitter adalah elemen yang paling banyak menyumbang redaman setelah kabel fiber itu sendiri. Karena sifatnya yang pasif - alias tidak membutuhkan catu daya listrik - sinyal cahaya harus dibagi secara fisik ke beberapa jalur output. Pembagian sinyal inilah yang menyebabkan penurunan daya (loss) yang cukup signifikan.
Standar Redaman di Indonesia
Teknisi di Indonesia biasanya menggunakan standar yang cukup ketat. Misalnya, untuk splitter 1:8, rata-rata loss yang ditoleransi adalah sekitar 10.5 dB. Namun, dalam prakteknya, angka ini bisa sedikit membengkak jika kualitas pigtail atau kebersihan adapter pada ODP tidak terjaga. Memahami angka-angka ini sangat penting saat melakukan troubleshooting pelanggan yang mengalami sinyal "drop" atau "los".
Konfigurasi Cascade (Bertingkat)
Seringkali di lapangan kita menemukan konfigurasi bertingkat, misalnya dari ODC menggunakan splitter 1:4 lalu di ODP menggunakan 1:8. Perhitungan totalnya adalah penjumlahan dari kedua splitter tersebut. Jika total redaman splitter terlalu tinggi (melebihi 25 dB), biasanya perangkat ONT di sisi pelanggan akan kesulitan melakukan sinkronisasi dengan OLT karena daya terima (Rx Power) yang terlalu lemah.

