Seni Menghargai Waktu di Tengah Kesibukan Dunia
Banyak dari kita sering terjebak dalam rutinitas harian yang melelahkan. Pergi pagi, pulang petang, hanya untuk mengejar angka di rekening bank. Namun, jarang sekali kita berhenti sejenak untuk melihat angka yang jauh lebih penting: sisa waktu kita di dunia ini. Di Indonesia, dengan segala hiruk pikuk dan kemacetannya, waktu seringkali terasa berjalan begitu cepat sekaligus begitu lambat secara paradoks.
Menyadari bahwa waktu kita terbatas bukan untuk membuat kita takut atau merasa sedih. Sebaliknya, ini adalah sebuah undangan untuk hidup lebih sadar. Bayangkan jika setiap jam yang kita habiskan adalah koin emas yang tidak bisa dicetak ulang. Apakah kita akan menghabiskannya untuk hal-hal yang tidak memberikan kebahagiaan sejati?
Kesehatan adalah kunci utama agar sisa waktu tersebut berkualitas. Mengurangi konsumsi gorengan, rutin berjalan kaki, dan menjaga silaturahmi adalah investasi terbaik yang bisa dilakukan oleh masyarakat kita. Pada akhirnya, bukan berapa banyak hari yang kita lalui, melainkan berapa banyak kehidupan yang ada di dalam hari-hari kita tersebut.


